Blue (Lock) Samurai

Dua unggulan juara dunia tumbang secara mengejutkan. Jebakan offside bek Arab Saudi sangat manjur mempermalukan Argentina dengan skor 2-1. Sehari berikutnya, giliran jawara dunia edisi 2014 yang meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk. Skornya pun sama dan pemenang juga sama-sama sempat tertinggal sebiji gol penalti. Arab Saudi boleh menepuk dada sebab yang mampu mereka bungkam adalah penyerang kondang, Lionel Messi. Namun, acungan jempol saya tetap untuk Jepang karena kedisiplinan seluruh tim.

Sepanjang babak pertama, Jerman sukses mengurung Jepang di area mereka sendiri. Jamal Musiala dan Thomas Mueller mengomandoi setiap jalannya serangan dari kedua sisi sayap. Sesekali telunjuk kapten timnas Jerman tersebut memberi arahan kepada siapa bola harus bergulir. Kendati demikian, gol untuk Jerman yang tercipta “hanya” dihasilkan dari titik putih penalti.

Pergerakan Jamal Musiala dan Thomas Mueller di babak pertama


Saat babak kedua dimulai, perubahan taktik terjadi. Takefusa Kubo yang pergerakannya selalu diawasi trisula Kimmich, Gnabry, dan Mueller, diganti bek serba bisa Takehiro Tomiyasu. Total ada 5 pergantian pemain yang dilakukan Samurai Biru sebelum akhirnya gol tercipta di menit 75 berkat tembakan akurat Ritsu Doan memanfaatkan sapuan bola yang tidak sempurna dari Manuel Neuer. Tim Jepang mulai mendapatkan ritmenya yang jauh lebih ngotot dan militan. Duet Musiala dan Mueller mulai bisa teratasi.

Pergerakan Jamal Musiala dan Thomas Mueller di babak kedua


Jepang bermain tanpa lelah. Pertahanan mereka kokoh. Penyerang mereka gemar menantang adu lari dengan bek-bek Jerman. Seakan-akan ada seorang tokoh utama anime yang memberikan pidato di ruang ganti saat jeda turun minum tadi. Permainan Jepang yang agresif mulai mengingatkan saya pada serial anime Blue Lock. Sebuah program rahasia bikinan asosiasi sepakbola Jepang untuk mencari striker yang haus gol dan egoistik untuk Piala Dunia 2022. Proses penggemblengan dilakukan dengan membentuk tim berisi 11 striker yang kemudian dipertandingkan satu sama lain. Poin plus bagi pencetak gol. Segala cara dilakukan untuk memenangkan pertandingan. Jika Anda menonton Blue Lock, pasti akan merasakan emosi yang sama saat melihat Jepang bertarung melawan Jerman.

Dalam anime Blue Lock tersebut, Yoichi Isagi sang karakter utama memiliki atribut umpan lambung akurat dari lini belakang menuju area pertahanan lawan. Kemampuannya tersebut mampu mengeliminasi pressing dari lawan sekaligus membuka peluang serangan balik yang mematikan. Penentu kemenangan Jepang pada malam itu juga dilakukan dengan skema serupa. Ko Itakura dari lini pertahanan memberikan umpan lambung yang disambut oleh Takuma Asano. Mantan pemain Arsenal melakukan sprint sebelum akhirnya merobek jala gawang Neuer dari sudut sempit sisi kiri gawang itu. Hingga tulisan ini dibuat, saya masih percaya program Blue Lock itu nyata.


Apa yang telah ditampilkan oleh beberapa budaya pop Jepang ternyata menggambarkan mentalitas Jepang itu sendiri. Cepat dalam mengevaluasi diri dan menemukan solusi seberat apapun tantangan yang dihadapi. Tokoh utama selalu terlihat kalah dan kesulitan, namun setelah sepatah dua patah kata penyemangat, energi yang entah dari mana asalnya melingkupi tokoh tersebut dan memberikan jurus terhebat yang dapat mengalahkan lawan.

Jerman bukan tim yang lemah. Siapa yang tidak mengenal Jamal Musiala, Thomas Mueller, Ilkay Gundogan, Kai Havertz, dan Manuel Neuer? Untuk nama terakhir sempat diberitakan bersikeras mengenakan ban kapten pelangi sebelum niatnya diurungkan ancaman kartu kuning sebelum laga. Sekali lagi, Jerman bukan tim yang lemah, namun Samurai Biru memang lebih layak mengunci kemenangan karena usaha keras mereka yang murni pada sepak bola.

Pada akhirnya, pemenang sejati adalah ksatria yang teguh dalam pendirian. Bukan si bimbang penuh bias di balik ban kapten pelangi.

2 thoughts on “Blue (Lock) Samurai

Add yours

Leave a reply to yunus Cancel reply

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑