Lini belakang Arsenal kedatangan tenaga baru asal Belanda, bernama Jurrien Timber, yang menjadi rekrutan pertama Arteta yang berpaspor Belanda. Timber didatangkan dari Ajax Amsterdam dengan mahar 40 juta Euro dengan bonus mencapai 5 juta Euro. Kedatangan Timber memperkaya opsi di lini pertahanan sekaligus memberikan persaing yang sepadan untuk Ben White, Tomiyasu, dan Cedric sebagai fullback kanan.
Fullback Ideal Arteta
Muda, berpengalaman, dan versatile selalu menjadi kata kunci yang ampuh untuk menarik minat Arsenal untuk merekrut seorang pemain, khususnya fullback. Hal ini diungkapkan Arteta saat memboyong Tomiyasu di penghujung bursa transfer musim panas tahun 2021. Selain menjadi bek kanan, Tomi juga fasih memainkan peran sebagai bek tengah saat bermain untuk timnas Jepang.
Namun, kondisinya yang rentan cedera membuat Ben White mengisi posisinya selama musim 2022/2023, sedangkan posisi bek tengah kanan diisi oleh Saliba. Sementara Cedric Soares lebih sering dicadangkan dan kemudian menjalani masa peminjaman di Fulham selama setengah musim. Praktis, Ben White bermain tanpa pelapis selama hampir semusim penuh. Mengatasi hal tersebut, Arteta kerap menurunkan Partey untuk menggantikan White di beberapa pertandingan terakhir EPL musim lalu sekaligus melakukan eksperimen strategis.

Terkait versatilitas rasanya kurang lengkap jika tidak menyebut nama Zinchenko. Di beberapa pertandingan seperti saat menjamu Everton, Zinchenko kerap terlihat menjelajahi lini tengah untuk membongkar pertahanan Everton. Adalah Nicolas Jover, sang juru taktik set-pieces yang pernah memberikan arahan kepadanya agar lebih cermat dalam menemukan ruang kosong terutama saat bola mati untuk dapat membuat peluang mencetak gol. Saran tersebut diterima dan membuahkan gol penyama kedudukan saat Arsenal bertandang ke Villa Park. Tak ayal, Zinchenko sering terlihat seperti berada “di mana-mana”.
Eksperimen terbaru Arteta adalah Jakub Kiwior. Berposisi asli sebagai bek tengah, Arteta menempatkan Kiwior untuk memainkan peran Zinchenko. Kiwior tampil impresif memainkan peran inverted fullback kiri saat melawan FC Nurnberg pada pertandingan pramusim pada 13 Juli 2023.
Dari berbagai eksperimen ini, dapat disimpulkan seorang fullback yang dibutuhkan Arsenal harus memiliki kemampuan membaca pertandingan dengan baik dan juga mampu menjadi solusi ketika tim membutuhkan skor.
Kualitas yang ditawarkan Timber
Jika peran inverted fullback di sisi kiri dijalankan dengan sangat baik oleh Zinchenko, Arsenal masih kesulitan mencari kualitas yang sepadan meskipun Ben White terlihat cukup mampu mengatasi area pertahanan di sisi kanan.

Dalam aspek menyerang, baik Zinchenko dan White memiliki kontribusinya dengan ciri khasnya masing-masing. Zinchenko yang cenderung bermain lebih ke dalam, lebih unggul dalam melakukan dribble dan passing progresif, sedangkan Ben White yang sering terlihat melakukan link-up bersama Saka dan Odegaard di area pertahanan lawan memiliki peluang penciptaan gol Arsenal lebih besar dibandingkan Zinchenko.
Namun, dalam aspek bertahan, meskipun kedua pemain telah berusaha semaksimal mungkin dengan melakukan blok, intersep, tekel, dan clearance, mereka masih memiliki peluang untuk kalah duel yang tinggi. Catatan khusus untuk Zinchenko, dia kerap melakukan kesalahan yang berujung pada gol lawan, contohnya seperti pada gol Ollie Watkins saat bertandang ke Villa Park (18/2/2023).

Permasalahan di sektor fullback membuat Arsenal mendatangkan Jurrien Timber dari Ajax Amsterdam. Tampak dari grafik di atas, Timber berada di urutan kesepuluh di bawah bek-bek lain yang juga masih belia. Dari segi pengalaman, Timber mencatatkan 85 penampilan di Eredivisie, kedua terbanyak setelah Milan van Ewijk dengan 112 penampilan. Pemuda asal Utrecht ini juga telah mencatatkan 15 caps bersama De Oranje.

Memiliki posisi asli sebagai bek tengah, Timber terlihat menguasai hampir seluruh lapangan selama mengenakan seragam Ajax di musim 2022/2023. Menurut analisa Ruang Taktik, Timber juga kerap menyediakan dirinya sebagai opsi untuk mencetak gol baik dengan membawa bola hingga ke area pertahanan lawan hingga menjadi target umpan rekannya. Hal ini juga sering dilakukan oleh Tomiyasu di musim pertamanya membela Meriam London. Saat debutnya melawan Norwich, Tomi hampir saja mencetak gol perdananya namun sayang bola hasil sepakannya melambung tipis di atas mistar. Aksi terbaiknya adalah saat menjamu Southampton. Saat itu Tomi juga menyediakan dirinya untuk menerima umpan cutback dari Bukayo Saka, namun Saka lebih memilih Lacazete yang memiliki peluang yang lebih besar untuk mencetak gol.

Timber akan memberikan nuansa baru di sayap kanan Arsenal. Sebagai bek, dia lebih sering melakukan intersep atau clearance dibandingkan White yang sering mengandalkan blok dan tekel. Sehingga, aksi Timber bisa dibilang lebih bersih dan minim resiko. Sedangkan untuk aspek menyerang, Timber lebih suka melakukan aksi progresif membawa bola ke depan atau memberi umpan sehingga dapat memperbesar peluangnya sendiri.

Melihat kualitas yang ditawarkan Timber, 40 juta Euro merupakan harga yang pantas untuk dikeluarkan. Ditambah lagi dengan pendapat yang menyatakan bahwa talenta asal negeri kincir angin tidak pernah mengecewakan, membuat performa Arsenal di musim 2023/2024 layak mendapat ekspektasi lebih. Seperti yang Wenger katakan, kita berharap Arsenal yang sekarang lebih mampu untuk memenangkan suatu kejuaraan kompetitif. Menarik ditunggu chemistry yang tercipta antara Timber, Odegaard, dan Saka di sisi kanan pertahanan lawan.
Leave a comment