Kurang dari 12 jam sejak tulisan ini dibuat, Liga Inggris musim 2022/2023 akan dimulai. Kompetisi kasta tertinggi di Inggris itu mempertemukan Arsenal dan Crystal Palace sebagai laga pembuka. Bagi tim hendak berlaga, persiapan sudah dimulai sejak dua bulan yang lalu melalui transfer pemain dan pertandingan pra musim. Bagi penggemar, ritual persiapannya lebih variatif. Ada yang mulai beli paket berlangganan liga Inggris. Ada juga yang membeli jersey terbaru dari tim kesayangan. Namun, ada juga yang ikut berpartisipasi di Fantasy Premier League (FPL) yang diadakan oleh beberapa komunitas pendukung tim Liga Inggris. Kalau dipikir-pikir, hidup kita mirip seperti main FPL ini. Namun, sebelum menjelaskan hal tersebut, saya akan memberikan sedikit gambaran bagaimana FPL tersebut.
Sesuai dengan namanya, pemain akan berandai-andai menjadi pelatih sebuah klub baru yang berlaga di Liga Inggris. Bermodal 100 juta poundsterling, pelatih harus memutar otak untuk membeli 2 kiper, 5 bek, 5 gelandang, dan 3 penyerang. Selain banderol pemain, kemungkinan kontribusi pemain tersebut atas terjadinya gol patut dipertimbangkan, sehingga pemain dengan tipikal menyerang dan ganas di depan gawang lawan menjadi laris digunakan para pelatih virtual ini. Terkhusus penjaga gawang, perlu diperhatikan performa aslinya di liga, apakah mampu menjaga rekor cleansheet dan apakah bek pengawalnya di tim aslinya juga handal dalam melawak bertahan. Tentu saja, pemain yang selalu masuk daftar starting eleven berpeluang memberikan banyak poin.
Sensasi manajerial FPL jauuuuuuhh berbeda dari game lain seperti FIFA Career Mode misalnya. Tidak ada cara peningkatan kemampuan individu, bahkan tidak ada simulasi pertandingannya. Hanya berdasar hasil akhir pertandingan Premier League dari pekan ke pekan. Namun, tetap saja game ini melatih kemampuan pengambilan keputusan. Keputusan untuk beli pemain, menunjuk pemain inti, menunjuk siapa kaptennya, dan lain-lain.
Nah, pasti mulai kebayang, kan? Kalau di permainan aja kita serius mencari pemain yang tepat dan paling aktif kontribusinya, apalagi soal pertemanan di dunia nyata. Aktivitas sehari-hari kita selalu bertemu dengan teman, entah itu teman kampus, teman kerja, atau teman sekolah. Semakin sering bertemu dengan teman-teman, kita jadi lebih paham karakter mereka. Anggaplah itu daftar pemain sepak bola di Liga Inggris yang perlu kita pilih buat masuk tim kita. Tim kita butuh posisi-posisi penting seperti teman dekat, sahabat, atau bahkan teman hidup yang diharapkan cocok dengan prinsip yang kita pegang. Kalau di istilah sepak bola modern, carilah pemain yang cocok dengan filosofi klub serta rencana permainan pelatih. Sering juga kita dengar ada kriteria khusus seperti bek tengah kidal, striker jangkung, dan lain-lain. Artinya, sebelum pilih teman, kita harus punya prinsip dan karakter yang kuat sehingga kita mudah menyeleksi teman yang sesuai dengan karakter kita.
Ketika mendapat susunan pemain yang kita inginkan, kadang ada saja yang tidak bisa kita prediksi. Pemain yang waktu pra musim cetak banyak gol, bisa jadi mandul. Bisa jadi pemain yang kita idolakan mengalami cedera. Kita bisa ganti dengan pemain dari bangku cadangan atau malah melakukan transfer pemain. Memang setiap manusia tak luput dari kesalahan, tapi teman yang baik adalah yang bisa membawa pada kebaikan, kan? Nah, saat teman kalian punya salah, kita pasti berusaha buat menegurnya. Tapi harus diingat, kita bisa juga jadi pemain di line up kawan kita. Harus bisa terima kritik juga saat kita buat kesalahan ke teman kita itu.
Satu hal lain yang perlu diingat adalah main FPL itu ada kesenangan tersendiri. Kita bakal main dengan teman-teman baru, ngobrol tentang klub kesayangan, atau bahkan diskusi ringan tentang prediksi pertandingan. Seperti itulah seharusnya kehidupan, membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang ditemui.
Selamat bermain FPL, eh, selamat menjalani kehidupan 🙂
Urip Mung Mampir Dolan FPL
Leave a comment