Film ini merupakan crossover dari Kamen Rider Saber dan Kamen Rider Revice, sekaligus memberi kesan bahwa Kamen Rider Revice hadir sebagai perayaan ulang tahun ke-50 Kamen Rider. Beyond Generation rilis di Jepang 17 Desember 2021 silam dan saya baru menontonnya saat lebaran ini (2 Mei 2022), Suasana lebaran yang begitu tenang dan damai serta penuh persaudaraan menjadikan pesan moral pada film ini semakin terasa relevan. Lho kok bisa?
Latar Waktu Terpanjang
Menceritakan tentang pengalaman seorang mantan ilmuwan Shocker (organisasi terlarang jaman orde baru Showa) yang ikut andil dalam perancangan Kamen Rider 1. Ilmuwan ini bekerja namun bimbang, hingga akhirnya Shocker membuangnya ke ruang angkasa. Singkat cerita, dia kembali ke bumi dan menemukan fakta bahwa bumi tersebut berada pada tahun 2071 dan kacau balau dikuasai iblis.
Rentang waktu yang terdapat dalam film ini adalah 100 tahun. Cukup lama dan memberi kesan seolah-olah ingin mengatakan bahwa Kamen Rider akan tetap ada dan berjuang meskipun sudah berusia 100 tahun. Dengan rentang tahun tersebut penggambaran tiap plot sangat terasa. Mulai dari pakaian yang digunakan hingga suasana lingkungan sekitar sangat mendukung penggambaran plot.
Saling Memaafkan dan Komunikasi Adalah Kunci
Sama seperti tema inti dari Kamen Rider Revice, yaitu keluarga, film ini menitikberatkan pada hubungan keluarga, khususnya hubungan ayah dan anak. Peneliti Shocker tersebut harus menemukan anaknya yang telah terpisah selama 50 tahun untuk dapat menjadi Kamen Rider Century yang sempurna dan mengalahkan Diablo sebagai antagonis utama di film ini.
Hideo sang anak digambarkan telah menjadi ayah juga masih sakit hati karena mengira ditelantarkan oleh sang ayah. Di sini peran Ikki Igarashi sebagai “orang paling ingin ikut campur se-Jepang” sangat berpengaruh. Usahanya membujuk mereka untuk kembali berkomunikasi cukup terlihat baik di film ini. Namun sayangnya, porsi untuk Touma dkk hanya sedikit dan terkesan hanya membantu rencana yang dibuat oleh tokoh-tokoh Revice.
Seperti yang sudah saya tulis pada bagian pembuka, film ini sangat pas dengan suasana Lebaran. Memperbaiki hubungan keluarga, saling memaafkan, serta berjuang untuk menjaga perdamaian bukankah kemenangan sejati yang diidam-idamkan bukan?
Spekulasi dalam Film
Saat mendarat di bumi di tahun 2071, peneliti tersebut menemukan bahwa manusia diperbudak oleh iblis. Manusia yang terlihat oleh iblis akan langsung dikejar dan dijadikan budak, Ilmuwan tadi hendak diperbudak pula, namun dia terus berlari hingga diselamatkan oleh George Karizaki. Ya. Anda tidak salah baca. Karizaki digambarkan berusia lanjut di jaman ini namun tidak kehilangan kemampuannya dalam memprogram ViStamp dan teknologi Rider lain.
Menurut saya, terdapat dua spekulasi yang ada dalam film ini. Pertama, saya sedari tadi berpikir, apakah untuk merayakan ulang tahun Kamen Rider ke-100 kelak, TOEI akan merilis Kamen Rider Century sebagai series perayaan sedekadenya?
Spekulasi kedua hadir dari ungkapan George sendiri:
Tidak ada orang lain yang dapat membuat Belt Time Travel selain aku
George Karizaki
Pernyataan ini mengatakan bahwa konsep time travel berhasil ditemukan dan dimanfaatkan hanya oleh Karizaki seorang. Saya dan teman saya kemudian berpikir, kalau gitu, apakah Zikudriver dan Den-O Belt juga diciptakan oleh Karizaki juga? Coba deh, kalian ingat-ingat. Kemunculan belt ini cukup misterius lho. Coba diingat-ingat lagi. Ryotaro Nogami awalnya menemukan tiket Den O Liner dan bisa henshin dengan sabuk yang diberikan oleh Hana. Begitupun dengan Sougo yang menggunakan Zikudriver yang dipersembahkan oleh Woz. Dalam seriesnya pun tidak pernah diceritakan asal usul sabuk-sabuk tersebut.
Akhir kata, saya merekomendasikan film ini untuk ditonton pada libur Lebaran kali ini. Memiliki tema keluarga, film ini sangat cocok jika ditonton bersama keluarga dan memaknai kembali arti keluarga. Selamat merayakan Idulfitri bagi yang teman-teman Muslim yang merayakan, semoga tetap sehat dan merasa damai.
Leave a comment