Saber x Zenkaiger : Perayaan Ulang Tahun yang ‘Sederhana’

Tahun 2021 menjadi tahun yang istimewa bagi dua franchise besar ciptaan Ishinomori Shotaro. Kamen Rider berulang tahun yang ke 50 tahun sedangkan Super Sentai menandai 45 tahun kiprahnya di dunia tokusatsu Jepang. Sebuah awal perayaan besar dibuat dengan tajuk “Saber x Zenkaiger : Super Hero Senki”. Konsep cerita yang dibuat menggunakan konsep dari Kamen Rider Saber dengan buku menjadi alat kunci pada sinema ini.

Buku Terlarang yang Tercuri
Selain Markas Utara dan Markas Selatan, ternyata Sword of Logos memiliki markas lain yaitu Markas Agastia. Markas yang bertempat di luar angkasa itu menyimpan buku-buku kelas atas yang memiliki kekuatan mengguncangkan dunia. Kumpulan buku tersebut dicuri oleh Asmodeus yang ingin menghapus sejarah para pahlawan Kamen Rider dan Super Sentai. Efek dari pencurian ini membuat kisah para rider dan sentai bercampur dengan cerita lain.

Touma dan Mei masuk ke dunia Zenkaiger dan bertemu dengan Juran. Juran merupakan salah seorang anggota Zenkaiger yang sedang mencari Kaito, Gaon, Magine, dan Vroon. Mereka bertemu Ishinomori Shotaro muda (diperankan oleh Fuku Suzuki) yang terlihat sibuk menggambar di tengah pertarungan Juran dan Touma melawan musuh mereka. Sementara di dunia Kamen Rider Saber, Rintaro terkejut bertemu dengan Kaito, Gaon, Magine, dan Vroon.

Cerita berlanjut pada kedua kelompok yang saling berpisah ini. Sesaat setelah Asmodeus memunculkan Zenkaiger Megido dan Saber World, para pahlawan yang bertukar dunia tersebut terlempar kembali menuju cerita yang lain untuk mendapatkan buku-buku yang tercuri. Touma, Mei, Juran, dan Shotaro masuk dalam cerita delapan kesatria dan harus menemukan 8 kesatria untuk bisa mendapat buku-buku itu kembali. Sementara Rintaro dan Kaito masuk ke cerita Saiyuuki (kalau di Indonesia dikenal sebagai cerita kera sakti sih :D) dan harus membantu Sanzhou dan kawan-kawan dalam mendapat kitab suci.

Plot Klasik Superhero Senki
Sebagai mana film crossover pada umumnya, pada Superhero Senki kali ini, kita akan disuguhkan pertarungan kolosal Kamen Rider dan Super Sentai melawan monster-monsternya. Pada pertengahan cerita, musuh akan berhasil mengalahkan para pahlawan gabungan dan terlihat sulit untuk dikalahkan.

Sesaat dikalahkan, tokoh utama akan mulai introkspeksi dan mulai mengumpulkan niat untuk kembali masuk ke dalam arena pertandingan. Touma masuk ke dalam lingkungan yang berbeda dan mulai menyemangati Shotaro untuk kembali menggambar pahlawan yang diinginkannya. Pada akhirnya, mereka bisa kembali bertarung bersama dengan seluruh Kamen Rider dan Super Sentai.

Plot klasik ini justru membuat perayaan ulang tahun ini terlihat sederhana karena tidak ada satu pola yang membuat film ini spesial. Motif penjahat dan afiliasinya yang kurang jelas membuat film ini terlalu sederhana untuk dijadikan awal dari perayaan ulang tahun.

Tribute Sang Kreator

Fuku Suzuki sebagai Shotaro Ishinomori muda

Menghadirkan sosok Ishinomori muda merupakan pertanda jelas Toei untuk memberikan tribute untuk sang kreator, Shotaro Ishinomori. Penunjukkan Fuku Suzuki dinilai tepat karena wajahnya yang mirip. Eits, jangan komentar tentang rambutnya dulu, karena sebelum dikenal dengan rambut kribonya, Ishinomori sempat berambut lurus dan terlihat pada beberapa kameonya pada film Kamen Rider.

Selain itu Fuku Suzuki memiliki wajah dan mata yang khas seperti sosok Shotaro Ishinomori. Ishinomori juga memiliki perawakan tubuh pendek gempal seperti yang terlihat pada foto pada artikel ini. Terlihat mirip, kan?

Kesalahan Efek Visual. Budget Terbatas?
Dengan tema buku dan fantasi yang ditawarkan, tentu bukan hal berlebihan jika penggemar ingin hal yang lebih terutama dari efek visual atau CGI. Perlu diingat lagi, Kamen Rider Saber merupakan pertaruhan Toei untuk meraih penonton dengan mempercanggih efek visual. Hal ini dapat dibuktikan beberapa review yang menyatakan bahwa efek visual yang diberikan lebih baik dari pada serial Kamen Rider sebelumnya. Beberapa CGI yang apik nan halus itu disematkan pada penggambaran Wonder World dan adegan jurus pamungkas seperti tinkerbell kekar :)).

Namun, mohon turunkan ekspektasi sebelum menonton Superhero Senki pada kali ini. Ingat, ada banyak stuntman yang perlu untuk diupah yang dilibatkan pada aksi kolosal ini sehingga ada beberapa faktor yang dikorbankan seperti efek visual tersebut.

Salah satu efek visual yang gagal

Pada gambar di atas, kamera menyorot bagian belakang dari Touma. Suasana latar yang berwarna kemerahan tidak serasi dengan baju Touma yang sepertinya lupa dilakukan koreksi warna. Terlihat baju Touma yang putih memantulkan warna kehijauan. Kesalahan lain juga ada pada rambut Touma yang tidak di-crop dengan rapi. Selain itu bagian latar yang tidak stabil semakin membuat kurang nyaman saat ditonton. Duh!


Secara keseluruhan film ini cukup menarik untuk ditonton dengan melupakan kalau film ini menandai perayaan ulang tahun Kamen Rider dan Super Sentai. Film ini cukup berhasil dijadikan tribute pada sang kreator dengan menyelipkan keinginan dan alasan Shotaro Ishinomori saat membuat Kamen Rider dan Super Sentai yaitu tidak hanya ingin membuat pahlawan yang keren tapi juga manusia yang dapat hidup sebisa mungkin.

Untuk Anda yang sudah menonton film ini, apakah sependapat?

Leave a comment

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑